Film “Ayah Ini Arahnya Kemana, Ya?”: Refleksi Peran Ayah di Tengah Perubahan Sosial
“Ayah Ini Arahnya Kemana, Ya”:
Refleksi Peran Ayah di Tengah Perubahan Sosial
Mahameru Arsha Wijaya
24043010279
Sabtu, 24
April 2026
RUANG
WARTA – UPNVJT.COM SURABAYA
Di era budaya populer, film
tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media refleksiSosial. Film “Ayah ini
Arahnya Kemana Ya” dengan film ini mengajarkan emosional keluargaan dengan
adanya masalah yang ada di sebuah rumah tangga.
Di era
budaya populer yang terus berkembang, film tidak lagi hanya berfungsi sebagai
hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk merefleksikan realitas sosial yang
terjadi di masyarakat. Hal ini terlihat dalam film “Ayah Ini Arahnya Kemana,
Yaa”, yang mengangkat dinamika keluarga modern, khususnya mengenai peran ayah
yang semakin kompleks.
Film ini
menggambarkan sosok ayah yang berada dalam kondisi penuh tekanan dan
kebingungan dalam menjalankan tanggung jawabnya. Jika dahulu ayah lebih identik
sebagai pencari nafkah, kini ia juga dituntut untuk mampu hadir secara
emosional, membangun komunikasi yang baik, serta menjaga keharmonisan keluarga.
Namun, perubahan tersebut tidak selalu diiringi dengan kesiapan individu dalam
menjalaninya.
Dalam
kajian Ilmu Komunikasi, keluarga dipandang sebagai ruang interaksi utama yang
membentuk karakter dan pola hubungan individu. Ketika komunikasi dalam keluarga
tidak berjalan efektif, potensi konflik menjadi semakin besar. Hal ini
tergambar dalam film melalui hubungan ayah dan anak yang mulai merenggang
akibat kurangnya keterbukaan dan empati.
Fenomena yang ditampilkan dalam film ini mencerminkan realitas sosial yang banyak terjadi di masyarakat. Pergeseran peran dalam keluarga modern sering kali memicu krisis identitas, terutama pada sosok ayah yang harus menyesuaikan diri dengan tuntutan baru. Film ini menampilkan bahwa di balik figur ayah yang terlihat kuat, terdapat sisi manusiawi yang rentan dan membutuhkan pemahaman.
Dari segi
penyajian, film ini menggunakan pendekatan drama realistis yang dekat dengan
kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat penonton lebih mudah terhubung secara
emosional dengan cerita yang disajikan. Tidak sedikit penonton yang merasa
bahwa film ini merepresentasikan pengalaman pribadi mereka, sehingga
memunculkan kesadaran akan pentingnya komunikasi dalam keluarga.
Secara
keseluruhan, film “Ayah Ini Arahnya Kemana, Yaa” tidak hanya menyajikan cerita
yang menyentuh, tetapi juga menjadi media refleksi sosial yang relevan. Film
ini mengajak penonton untuk memahami bahwa keharmonisan keluarga tidak hanya
bergantung pada peran, tetapi juga pada komunikasi dan empati antar anggota
keluarga.
Comments
Post a Comment